KHALIFAH YANG TERKENAL DAN KEBIJAKAN PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH I

MASA KEHANCURAN BANI ABBASIYAH

Posted on

MASA KEHANCURAN BANI ABBASIYAH

 

KHALIFAH YANG TERKENAL DAN KEBIJAKAN PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH I

 

DIBUAT OLEH  :

 KELOMPOK 4

Ahmad Alvin Nizar

Jannatunnisa

Liya Elmila

Aldi

Aminuddin

Ryan Dwi Cahyo

XI IIS 1

 

MADRASAH ALIYAH NEGERI TANAH LAUT

TAHUN 2020/2021

 

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

 

 

 

 

                                                                                              Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
  2. RUMUSAN MASALAH

BAB II

PEMBAHASAN

  1. FAKTOR PENYEBAB MUNCULNYA PEMBERONTAKAN MASA ABBASIYAH
  2. FAKTOR PENYEBAB RUNTUHNYA BANI ABBASIYAH

BAB III PENUTUP

  1. KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Roda kepemimpinan tidak selalu di kendalikan oleh orang  atau sekelompok orang. Oleh karena itu, sering kali terjadi perubahan tatanan dalam suatu kepemimpinan yang menganggap bahwa perombakan adalah salah satu jalan untuk meraih kesejatian dalam kepemimpinan tersebut. Yang pasti adalah untuk meraih suatu kebaikan maka juga harus ditempuh melalui jalur yang baik pula.

Dinasti Abbasiyah yang memerintah setelah Dinasti Umayyah adalah dinasti terlama dalam sejarah peradaban Islam sekitar lebih dari 5(lima) abad juga dinasti yang mengantarkan Islam pada masa golden age nya. Namun demikian, tidaklah dapat dipungkiri bahwa pemerintahan Abbasiyah merupakan pemerintahan yang kompleks sekompleks permasalahan politik yang melandanya. Permasalahan politik yang dimaksud adalah terjadinya kudeta, pemberontakan bahkan pembentukan dinasti- dinasti baru. Awalnya, Abbasiyah merupakan pemimpin tunggal didaerah Asia, sedangkan di Eropa dibawah kepemimpinan Umayyah- Andalus, dan Mesir dibawah kepemimpinan Fatimiyah. Pembahasan ini mencoba untuk memahami perkembangan islam masa dinasti Abbasiyah. Yang mana penyebab keruntuhan Bani Abbasiyah adalah faktor internal, dan ini adalah penunjang paling ekstrim dibandingkan dengan faktor eksternal.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis kemudian merumuskan masalah sebagai berikut:

Apa saja faktor penyebab munculnya pemberontakan Masa Abbasiyah?

Apa saja faktor penyebab runtuhnya Bani Abbasiyah?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

Faktor Penyebab Munculnya Pemberontakan Masa Abbasiyah

Gambaran terjadinya pemberontakan masa abbasiyah dapat disimpulkan dalam beberapa point berikut :

  1. Perebutan kekuasaan
  2. Balas dendam
  3. Praktek perilaku amoral dari khalifah dan pembesar istana
  4. Sistem peralihan kekuasaan monarchi
  5. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah

Perebutan kekuasaan dalam masa pemerintahan Abbasiyah terjadi sejak dua putra Harun al-Rasyid ditetapkan sebagai khalifah pengganti bapaknya. Dalam masyarakat islam Abbasiyah terjadi saling menjagokan masing-masing calon.

Kondisi ini terjadi sampai satu tahun berjalan baru pemerintah dapat memutuskan al-Amin menjadi khalifah ke-6, selanjutnya al-Makmum menjadi khalifah ke-7 setelah al-Amin. Dalam sejarah perkembangan Bani Abbasiyah disebutkan sebagai awal perebutan kekuasaan di Bani Abbasiyah.

Faktor Penyebab Runtuhnya Bani Abbasiyah

Faktor kehancuran Abbasiyah disebabkan oleh dua faktor besar, yaitu faktor internal dan eksternal :

Faktor Internal

Perebutan kekuasan berkepanjangan dalam istana Abbasiyah menimbulkan respon buruk dari masyarakat. Ditambah dengan perilaku amoral yang ditunjukan oleh para khalifah dan pembesar istana mulai dari khalifah 10 dan seterusnya. Perebutan kekuasaan bagi sebuah kerajaan yang memakai pola pengangkatan kepemimpinan,”Monarchi oriented” adalah sebuah kenistaan, karena putra mahkota yang lebih dari satu tidak akan pernah memberi ruang bagi sesama kandidat. Dan hal itu hampir di semua kerajaan islam mulai dari Umayyah I, Abbasiyah, Umayyah II Andalusia, Turki Usmani, Persia dan Mughal India.

Praktek-praktek amoral yang dilakukan oleh khalifah adalah setiap akhir tahun berjalan, dengan mengadakan acara-acara seremonial di istana untuk menghibur khalifah dan para pembesar istana dengan alasan refresing.

Dalam sejarah islam kondisi ini disebut masa disintegrasi. Kondisi ini puncaknya terjadi pada abad ke X M, sehingga ketika terjadi perang salib pertama abad ke X umat islam tidak dapat menahan serangan pasukan salib dan kalah dalam perang.

Faktor Eksternal

505 tahun perjalanan Ban Abbasiyah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan peradaban dunia, terutama pada periode klasik atau abad pertengahan. Tumbuh pesatnya ilmu pemgetahuan pada abad pertengahan tersebut menyebabkan umat islam lengah dan selanjutnya menjadi hancur. Ada beberapa proses yang menyababkan umat islam menjadi lemah dan kemudian hancur dari luar :

  • Wilayah Abbasiyah yang terlalu luas

Luasnya wilayah Abbasiyah menyebabkan banyak wilayah yang secara geografis jauh dari pusat pemerntahan Bagdad tidak dipantau dan dibina secara intensif oleh pemerintah Abbasiyah. Masa ini di sebut masa disintegrasi Abbasiyah.

  • Perang Salib

Perang salib berlangsung selama kurang lebih 200 tahun (1096-1287M). Perang salib berlangsung di wilayah yang merupakan pusat-pusat perkembangan islam, dimana banyak fasilitas pendidikan dan fasisitas umum yang rusak, seperti sekolah, masjid, istana dan lembaga-lembaga pemerintah atau umum yang rusak.

  • Serangan Tentara Mongol

Penyerangan mongol dilakukan mulai tahun 1220M oleh penguasa Timur Leng, Jengis Khan. Penyerangan di lkukan dari dua pusat peradaban Abbasiyah diwilayah Tranxiaonia, Bukhara dan Samarkan. Selanjutnya penyerangannya dilanjutkan ke daerah Abbasiyah lainnya, Tajekistan, Turkistan, Armenia daerah sampai ke Anatonia. Terakhir tahun 1258 M penyerangan diarahkan ke pusat kekuasaan Abbasiyah: mulai dari Syiria, kufah, jaffa, Hira, Anhar, Damaskus dan kota Baghdad sebagai pusat kekuasaan Abbasiyah tahun 1258 M dengan cara kota Baghdad dibumihanguskan.

  • Berdiri Turki Usmani

Berdiri kerajaan Turki Usmanitahun 1292M dengan membawa misi untuk menyelamatkan wilayah-wilayah  Abbasiyah yang telah dihancurkan pasukan Mongol ternyata dalam kenyataannya justru ikut memperparah kehancuran Abbasiyah di wilayah-wilayah Abbasiyah yang berdekatan dengan berdirinya Turki Usmani yaitu justru terjadi perang terbuka yang menyebabkan tambah parah kekuasaan Abbasiyah.

BAB III

PENUTUP

 

 

Kesimpulan

Kemunduran dinasti Abbasiyah, secara umum disebabkan oleh dua faktor: Internal dan Eksternal.

Secara internal dapat dirinci sebagai berikut:

  • Tampilnya penguasa lemah yang sulit mengendalikan wilayah yang sangat luas ditambah sistem komunikasi yang masih sangat lemah dan belum maju menyebabkan lepasnya daerah satu per satu.
  • Kecenderungan para penguasa untuk hidup mewah, mencolok dan berfoya-foya kemudian diikuti oleh para hartawan dan anak-anak pejabat ikut menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin.
  • Dualisme pemerintahan, secara de jure dipegang oleh Abbasiyah, tetapi secara de facto digerakkan oleh oleh tentara profesional asal Turki yang semula diangkat oleh al-mu’tashim untuk mengambil kendali pemerintahan.
  • Praktek korupsi oleh penguasa diiringi munculnya nepotisme yang tidak profesional di berbagai propinsi.
  • Perang saudara antara al-Amin dan al-Ma’mun secara jelas membagi Abbasiyah dalam dua kubu, yaitu kubu Arab dan Persia, Pertentangan antara Arab-non Arab, perselisihan antara muslim dengan non-muslim, dan perpecahan di kalangan umat Islam sendiri.

Sedangkn secara ekternal disebabkan oleh karena Abbasiyah menghadapi perlawanan yang sangat gencar dari dunia luar. Pertama, mereka mendapat serangan secara tidak langsung dari pasukan Salib di Barat. Kedua, serangan secara langsung dari orang Mongol yang berasal dari Timur ke wilayah kekuasaan Islam.

Saran

Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan perlu untuk diperbaiki. Dari itu saya ingin kepada para pembaca agar mengkritik dan memasukkan pendapat mengenai makalah yang telah kami buat ini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Yatim, badri, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta, 2000. PT Raja Grafindo Persada, cetakan Ke sebelas).

Abu bakar, istianah, Sejarah Peradaban Islam, (malang, 2008. UIN- Malang Prees, cetakan pertama).

http://liya.ini.co.id/

 

Demikian makalah ”MASA KEHANCURAN BANI ABBASIYAH”Semoga bermanfaat.

dan kalian dapat juga kunjungi lainnya di :

 

 

 

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *